Semarang kaline banjir
Jo semelang rak dipikir
Jangkrik upo sobo ning tonggo
Melumpat ning tengah jogan
Wis watake prio
Jare ngaku setyo
Tekan ndalan selewengan
E..ya..e..ya..e..
E..ya..e..yae yae yae
Jangkrik genggong
Jangkrik genggong
Wani nglirik sepi uwong
Itu tadi sepenggal lagu yang pernah dibawakan oleh Waljinah seorang penyanyi Indonesia Spesialis keroncong Jawa yang dikenal dengan julukan "Ratu Keroncong" yang mengawali karier sejak menjadi juara 1 Bintang Radio Indonesia tahun 1965. Mungkin sering diantara kita yang pernah mendengar lagu tersebut. Terus pertanyaannya apa hubungannya dengan Kawasan Simpang Lima....?? hehe.....ya...karena kalau kita membahas tentang Semarang pasti yang terlintas di benak kita yaitu Kawasan Simpang Lima....terus Semarang yang sering banjir dll.
Pada tulisan kali ini saya akan sedikit membahas tentang Kawasan Simpang
lima yang mana merupakan sebuah lapangan yang terletak di pusat kota Semarang. Lapangan
tersebut juga biasa dikenal dengan Lapangan Pancasila. Simpang Lima adalah
pertemuan dari lima jalan yang bertemu menjadi satu yaitu Jl. Pahlawan, Jl.
Ahmad Yani, Jl. Pandanaran, Jl. Ahmad Dahlan, dan Jl. Gadjah Mada. Di sekitar
kawasan ini berdiri pusat perbelanjaan dan hotel-hotel berbintang seperti Hotel
Ciputra, Hotel Graha Santika, Hotel Horison, E Plaza, Mall Ciputra, Ramayana,
Plaza Simpang Lima, dan lain-lain. Lapangan simpang lima ini adalah pusat
keramaian warga Semarang, pada hari Sabtu dan Minggu serta pada hari-hari
libur.
Konon Simpang Lima Semarang dijadikan
sebagai pusat alun-alun berdasarkan usulan Presiden Republik Indonesia yang pertama
yakni Ir. Soekarno karena pusat alun-alun yang awalnya terletak di daerah
Kauman telah berubah fungsinya menjadi pusat perbelanjaan. Pada saat
pembangunan Lapangan Pancasila, saat itu pembangunannya akan dibuat di jalan
Oei Tiong Ham yang saat ini menjadi Jl. Pahlawan.
Kemudian, Lapangan Pancasila ini bisa
terbangun pada tahun 1969. Karena lapangan ini merupakan pusat dari lima jalan
yang bertemu, maka akhirnya lebih dikenal sebagai Simpang Lima. Jika berkunjung
ke Simpang Lima, masyarakat di sana juga belum tentu tahu jika ditanya tentang
Lapangan Pancasila karena mereka lebih familiar dengan nama Simpang Lima. Saat
ini Simpang Lima telah menjadi ciri khas kota Semarang yang berupa ruang
terbuka yang biasanya digunakan oleh masyarakat setempat untuk melakukan
berbagai aktivitas.
Kota Semarang sendiri saat ini sangat
identik dengan Simpang Lima karena keramaian dan pusat kegiatannya terpusat di
kawasan ini. Pada hari Minggu, lapangan Simpang Lima biasanya dipadati
oleh para pengunjung yang ingin berolahraga, berjalan-jalan, dan melakukan
berbagai aktivitas lainnya. Pada saat menjelang pergantian tahun, Simpang Lima
ini juga menjadi tempat yang paling ramai di Semarang karena biasanya ditempat
ini berlangsung pesta kembang api.
Jika Anda ke Semarang, rasanya tidak
lengkap bila tidak menyempatkan diri untuk berkunjung ke Simpang Lima, terutama
pada saat malam hari. Simpang Lima pada malam hari akan dipenuhi oleh berbagai
wisata kuliner yang menarik dan lezat khas Semarang.
Di Jalan Pandanaran No 126 juga terdapat bangunan Masjid Raya Baiturrahman, jadi bagi anda yang beragama Islam bisa beribadah disana. Yang jelas komplit deh.....
Sekian edisi jalan-jalan saya di kawasan Simpang Lima Semarang.
No comments:
Post a Comment