Saturday, 16 January 2021

Catatan 6 bulan memondokkan anak di Pesantren


Memondokkan anak bukan hanya ujian bagi sang anak, itu juga ujian untuk kita, hikmah yang saya catat banyak. Diantaranya adalah berikut:

Belajar sabar untuk ta’at. Sabar bukan hanya pada saat ada musibah ternyata. Sabar juga adalah hal penting saat kita memilih untuk taat aturan di pondok. Ketika aturannya tak boleh pulang ya sudahlah ia tidak kita bawa pulang melainkan sesuai aturan. Saat kangen melanda saya juga tetap sabar menghitung kalender untuk berkunjung sesuai aturan.

Belajar tawakkal. Bahwa ketika mata dan diri kita tak bisa menjangkau langsung maka kita wakilkan pada Alloh dalam do’a. Yakin bahwa Alloh lah yang akan mewakili ini dan tentu itu lebih baik serta Paling baik. Adakah penjaga yang lebih baik dari penjagaan Alloh SWT.

Belajar menyisihkan rezeki dengan tertib mengingat di pondok butuh biaya.

Belajar semakin istiqomah berdo’a untuk anak-anak. Addu’a shilahul mu’min. Hanya doalah yang menjadi senjata ampuh kita.

Belajar membangun hubungan yang baik dengan para wali santri lain yang sebelumnya tak saling kenal.

Belajar memahami melalui mendengarkan ceritanya saat sambangan. Kira-kira apa saja yang mereka lakukan di pondok. Menghayati melalui cerita anak-anak kita ternyata indah sekali…

Belajar agama dan al-qur’an lebih baik lagi agar setidaknya di masa awal ini kita tak kalah sama anak-anak kita…  Jika suatu saat mereka mengungguli kita pastikan bahwa kita telah pada level tinggi pengetahuan dan akhlaq kita sehingga mengungguli kita berarti Luar Biasa…!!!  Aamiin…..


Saturday, 9 January 2021

Salam Sehat dan Terus Berkarya

 


Sore ini kami melakukan aktifitas kerja bhakti di lingkungan dan dilanjutkan dengan acara makan bersama. Walaupun dimakan di tepi jalan dengan menu yang sederhana kami sangat bersyukur karena masih bisa merasakan nikmatnya makanan. Kalau direnungkan ternyata masih banyak saudara kita diluar sana yang saat ini harus dirawat karena sakit, jangankan bisa menikmati makanan yang lezat, untuk bernafas saja sulit.

Selain itu kami juga sangat bersyukur karena sampai saat ini masih bisa melakukan hal yang bisa bermanfaat bagi sesama dan diri sendiri. Tiap individu dibekali kelebihan masing-masing. Tergantung bagaimana cara kita menerima dan menggunakan potensi yang diberikan Allah kepada kita.

Seperti saat ini, kita patut bangga dianugerahi talenta publikasi positif, berkarya melalui tulisan. Menjadikan teknologi informasi hal yang berguna, bukan latah dengan virus covid, virus hoax dan virus tinggal forward, he...he...

Bangga bisa belajar public speaker lewat belakang panggung. Maksudnya belakang layar smartphone atau laptop. Nih saya lagi semangat belajar menebarkan virus positif bahwasannya nulis itu keren.

Saya ingin berbagi cerita di sini. Berbagi tulisan yang bisa bermanfaat bagi semua orang dengan menulis sebuah pengalaman yang sangat berkesan. Siapa tau bisa menginspirasi....


Friday, 1 January 2021

Obrolan tentang "Orang Benar dan yang merasa benar"

 


Sambil menunggu pergantian tahun 2020 ke 2021 kami menikmati pahit nya kopi dan ngobrol banyak topik, diantaranya Ngaji Urip tentang Orang benar dan merasa benar.

Orang benar, tidak akan berpikiran bahwa ia adalah yang paling benar. Sebaliknya orang yang merasa benar, didalam pikirannya hanya dirinya yang paling benar.

Orang benar, bisa menyadari kesalahannya. Sedangkan orang yang merasa benar, merasa tidak perlu berintropeksi. Karena merasa sudah benar, mereka cenderung tinggi hati.

Orang benar memiliki kelembutan hati. Ia dapat menerima masukan/kritikan dari siapa saja. Bahkan dari anak kecil sekalipun. Orang yang merasa benar, hati nya keras. Ia sulit untuk menerima nasehat, masukan apalagi kritikan.

Orang benar akan selalu menjaga perkataan dan perilakunya, serta berucap penuh kehati-hatian. Orang yang merasa benar, berpikir, berkata dan berbuat sekehendak hatinya tanpa mempertimbangkan dan memperdulikan perasaan orang lain.

Pada akhirnya orang benar akan dihormati, dicintai dan disegani oleh hampir semua orang. Namun orang yang merasa benar hanya akan disanjung oleh orang-orang yang berpikiran sempit, yang sepemikiran dengannya, atau orang-orang yang sekedar ingin memanfaatkan dirinya.

Kita ini, termasuk tipe yang manakah ? apakah kita tipe “orang benar” atau “orang yang merasa benar” ? mari bersama evaluasi diri. Bila kita sudah termasuk tipe “orang benar”, bertahanlah dan tetap rendah hati.

Jika kita mampu mengubah apa yang ada di dalam diri menjadi positif, maka dunia luar kita pun akan ikut berubah menjadi positif.

Seruput kopi pahit nya😊👌


Wednesday, 30 December 2020

Renungan Pergantian Tahun 2020

 

Satu hari lagi, kita semua akan melakukan “Tutup Buku” pada Tahun 2020. Banyak kejadian dan pengalaman yang tercatat di dalam buku tersebut. Apalagi 2020 adalah tahun yang sangat berat. Bahkan tinta yang tergores disana berbagai corak dan warna, baik itu permanen maupun boardmaker. Bisa juga sampai meminjam tinta milik sahabat, teman dan tetangga sebelah ketika tinta kehidupan kita sudah tidak lagi menyisakan bekas dalam Buku tersebut. Buku Kehidupan namanya.

Dan bahkan, suatu ketika bisa saja kita yang berbaik kepada sahabat, teman dan tetangga kita tersebut dengan meminjamkan tinta kehidupan milik kita.

Saya menyebutnya sebagai warna – warni kehidupan. Saling memberi dan saling menerima, saling sapa dan saling menjawab. Kehidupan memang berwarna.

Jujur, sebenarnya saya tidak pernah merasakan bahwa ada sesuatu yang istimewa saat pergantian tahun. Apa mungkin saya yang terlalu kecil untuk merasakan sesuatu yang menurut orang lain besar. Perayaan Pergantian Tahun.

Bagi saya, biasa saja. Tidak lebih dari sekedar pergantian tanggal seperti malam kemarin menjadi hari ini.

Pergantian Tahun juga tidak lupa mengingatkan kita bahwa jatah hidup kita di dunia ini semakin berkurang. Dan mengingatkan kita tentang pentingnya waktu. Apakah besok masih akan menikmati kembali kehidupan di bumi ini? Untuk berapa lama lagi? dan berapa pergantian tahun lagi? Ingat itu kawan…

Berapa lama lagi sebenarnya bukan pertanyaan penting sebenarnya. Yang penting bagi kita adalah mengetahui apakah hidup ini telah berjalan sesuai dengan design Ilahi? Apakah hidup ini sudah efektif? Apakah Talenta dan kesempatan yang sudah diberikan sudah terpakai secara maksimal? Karena tanpa menjawab pertanyaan ini kemungkinan kita akan terjebak dalam kehidupan yang sama dengan mayoritas umat manusia di akhir kehidupan mereka. Tak di kenal, tak diingat lagi.

Apa kontribusi dan warisan yang ingin kita tinggalkan dimuka bumi ini? Dengan apa dan berapa lama Anda ingin dikenang?

“Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati maninggalkan belang, manusia mati meninggalkan….?” Jawabannya ada di hati Anda masing-masing!

Kembali saya mengingatkan, Hati-hati dengan resolusi tahun baru anda.

Selamat tinggal 2020 dan Selamat datang 2021. Semoga di Tahun yang akan datang, kita semua bergerak ke arah yang lebih baik. Aamiin.....


Friday, 4 December 2020

Sebuah Coretan Tentang Rasa Syukur


"Berbanggalah dengan apa yang kamu lakukan karena dunia cukup untuk membuatmu merasa bersalah atas hal-hal yang belum kamu lakukan", adalah salah satu quote yang pernah saya baca dari seorang penulis dari India yang bernama Somya Kedia. Kalimat tersebut saya pilih sebagai pembuka tulisan saya di malam ini. 

Setelah saya hitung ternyata sudah belasan tahun saya menggeluti bidang pemeriksaan di Industri Keuangan. Profesi ini mengharuskan saya berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Hal ini memberikan saya  kesempatan untuk mengunjungi banyak sekali tempat yang sebelumnya belum pernah saya bayangkan. 

Setidaknya sudah 70 pulau di Indonesia yang pernah saya singgahi, diantaranya :

1.Batam

2.Tonton

3.Nipah

4.Rempang

5.Setoko

6.Galang

7.Galang Baru

8.Bintan

9.Penyengat

10.Sabang

11.Sumatera

12.Tangkil

13.Bangka

14.Jawa

15.Kalimantan

16.Sulawesi

17.Madura

18.Bali

19.Ternate

20.Tidore

21.Halmahera

22.Maitara

23.Bawean

24.Gili Timur

25.Gili Barat

26.Noko

27.Karimun Jawa

28.Menjangan Besar

29.Menjangan Kecil

30.Samosir

31.Nusakambangan

32.Gili Ketapang

33.Ambon

34.Seram

35.Langgur / Kei Kecil

36.Dullah

37.Yeer Teran Ratut Ohoi Letman

38.Buton

39.P.Makassar

40.Lombok

41.Sumbawa

42.Bungin

43.Moyo

44.Timor

45.Sumba

46.Flores

47.Wangi-wangi

48.Kapota

49.Bokori

50.Kumo Halmahera Utara

51.Morotai

52.Kakara

53.Warmar Dobo

54.Wokam

55.Gili Genting

56.Muna

57.Papua

58.Yamdena

59.Sulabes

60.Kucing Sanana

61.Bacan

62.Buru

63.Astubun

64.Gili Trawangan

65.Gili Nemo

66.Gili Nanggu

67.Gili Sudak

68.Gili Kedis

69.Gili Anak Anjan

70.Pulau Serangan Bali

Tentunya kesempatan tersebut menambah rasa syukur saya kepada Tuhan atas segala nikmat yang telah diberikan. 

Kalau kita mau mencermati, salah satu kunci kebahagiaan dalam menjalani hidup di dunia ini adalah dengan cara memperbanyak bersyukur. Semakin pandai kita mensyukuri segala nikmat yang telah Tuhan berikan, maka akan semakin bahagia pulalah kita. 

Sayangnya, masih banyak sekali diantara kita yang masih sering sekali lupa untuk mensyukuri nikmat Tuhan tersebut, terlebih lagi terhadap hal-hal kecil yang ada dalam kehidupan kita sehari-hari. Syukur merupakan satu stasiun hati yang akan menarik seseorang pada zona damai, tenteram, dan bahagia. 

Melalui coretan ini saya mencoba menarik diri saya untuk bisa mensyukuri atas segala nikmat tersebut. Semoga kita semua dimasukkan kedalam golongan hamba-hamba yang pandai bersyukur Aamiin....


Thursday, 3 December 2020

Merawat Optimisme ditengah Kebuntuan

 


Manusia itu kadang dihinggapi rasa takut dengan kegagalan dan ketidakmampuan. Telah lupa bahwa hakikatnya memang kita ini lemah dan tak memiliki kesanggupan. Tugas manusia hanya memperjuangkan sekuat jiwa dan raga. Jalan terang dan mencapai kesuksesan sepenuhnya karena Tuhan sebagai pemberi kekuatan.

Ingatlah, orang beriman selalu optimis, tidak ada ruang untuk pesimis dalam hatinya. Apabila menghadapi kebuntuan, dipahami sebagai latihan untuk naik kelas ke level yang semakin tinggi tingkatannya. Diperhatikan nya waktu, kondisi jiwa, dijaganya anggota badan agar jangan sampai terucap kalimat yang tak pantas atau bersikap di luar batas.

Yakin sepenuh hati bahwa Allah Maha Pemurah. Telah disiapkan kemudahan bersamaan dengan datangnya kesulitan. Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. 

Menghadapi kebuntuan, rawatlah optimisme. Sikap mental demikian itu akan mengantar kan pada kebahagiaan yang dicita-citakan. Berputus asa akan menjadikan diri menjadi pribadi yang pesimis.

Jangan sempitkan peluang dan kesempatan karena tak ada yang tak mungkin bagi Allah SWT. 


Monday, 23 November 2020

Belajar Memaknai Waktu dan Kesempatan



Dalam kehidupan ini mungkin banyak sekali kesempatan yang telah kita terima, dan banyak pula kesempatan yang kita sia-siakan. 

Sejauh mana hidup ini dapat terus melangkah, bisa terlihat dari bagaimana kita memanfaatkan kesempatan yang datang tanpa memilih hal apa yang harus diperbuat nantinya.

Kesempatan yang terabaikan tiada lagi mampu kembali untuk kesekian kalinya. Namun langkah terbesar yang harus kita perjuangkan ialah tetap memberikan yang terbaik selama waktu dan kesempatan itu masih ada tanpa mengeluh, berpasrah hati dan tak mengenal lelah.

Kesempatanmu, adalah waktu untuk melakukan perubahan yang besar.