Friday, 22 April 2016

Wisata Alam Watu Jonggol


Tidak terasa sudah hampir 2 bulan saya bertugas di Kabupaten Ngawi sisi sebelah selatan. Rasanya lokasi-lokasi menarik cukup banyak disini namun masih jarang ter expose. Kali ini ingin rasanya memperkenalkan sebuah lokasi wisata yang cukup eksotis. Namanya adalah Wisata Watu Jonggol. Secara harfiah dalam Bahasa Indonesia Watu Jonggol berarti Tangga Batu. Namun kalau diartikan satu per satu “Watu” berarti Batu dan “Jonggol” berarti Muncul/Nampak.

Perjalanan menuju ke Wisata Watu Jonggol dilalui dengan melewati jalan pedesaan dimana kanan dan kirinya sebagian besar adalah sawah dan kebun pertanian. Kemudian dilanjutkan dengan berjalan menyusuri lereng kaki gunung Lawu dengan kondisi jalan yang terkadang menanjak curam dan terjal.

Lokasi Wisata Watu Jonggol berada di Desa Pandansari, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi. Akses menuju ke Lokasi Wisata Watu Jonggol dapat ditempuh dengan berbagai sarana transportasi, baik roda 2 maupun roda 4 hingga tempat perhentian yang disediakan untuk kemudian melanjutkan  dengan berjalan kaki sejenak ke wahana wisata. Berada di kawasan hutan pinus dengan topografi relatif terjal dan curam. Namun keindahan alam  yang ditawarkan sangat jarang ditemui di lokasi lain.
 
 
 
 

Sunday, 20 March 2016

Menikmati Keindahan Candi Cetho yang Eksotis




Perjalanan ke Candi Cetho adalah sebuah tantangan keberanian dan uji nyali tersendiri. Hanya bisa dicapai melalui jalan aspal sempit yang menanjak curam dan berkelok-kelok melewati Kebun Teh Kemuning. Rasa was-was dan takut akan terbayar lunas begitu sampai di kompleks candi. Sejuknya udara pegunungan dan indahnya pemandangan alam akan menjadi teman setia menjelajahi Candi Cetho.

Nama Cetho sendiri merupakan sebutan yang diberikan oleh masyarakat sekitar, yang juga adalah nama dusun tempat situs candi ini berada. Cetho dalam Bahasa Jawa mempunyai arti “jelas”. Disebut Cetho, karena di dusun ini orang dapat melihat dengan sangat jelas pemandangan pegunungan yang mengitarinya yaitu Gunung Merbabu, Gunung Merapi, Gunung Lawu, dan di kejauhan tampak puncak Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. 

Berada pada ketinggian 1.400 mdpl di lereng Gunung Lawu, Candi Cetho terletak di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Candi Hindu ini terkesan misterius dan sangat kental aura spiritualnya. Selain dikarenakan bau dupa yang cukup menyengat dan aneka sesajen yang ada di candi ini, sering juga kabut tebal tiba-tiba turun menyelimuti candi dan kemudian hilang kembali
Selain itu dari dusun ini kita juga disuguhkan dengan pemandangan luas Kota Solo dan Kota Karanganyar yang terbentang luas di bawah.

Kompleks candi ini masih digunakan oleh penduduk setempat dan juga peziarah yang beragama Hindu sebagai tempat pemujaan. Candi ini juga merupakan tempat pertapaan bagi kalangan penganut kepercayaan asli Jawa atau Kejawen.
Saat tiba di kompleks Candi Cetho, pengunjung akan disambut dengan kabut serta gapura yang menjulang tinggi dengan anggun, identik dengan Pulau Bali. Dua buah patung penjaga yang berbentuk mirip dengan patung pra sejarah berdiri membisu di bawahnya.



Di halaman gapura terdapat batu besar yang ditata berbentuk kura-kura raksasa. Ada pula relief menyerupai bagian tubuh manusia, yaitu alat kelamin laki-laki yang panjangnya hampir 2 meter. Tak heran bila akhirnya Candi Cetho ini pun disebut Candi Lanang.