Saturday, 2 June 2018

Seruling Samudera Pantai Klayar


Melihat judul tulisan saya mungkin banyak yang bertanya, kenapa dinamakan seruling samudera? Begini penjelasannya, hal ini dikarenakan di Pantai ini terdapat sebuah tebing yang menjorok ke laut, dan di antara tebing tersebut terdapat sebuah cekungan yang bila diterjang ombak pada cekungan tersebut menyemburkan air laut di sela-selanya, semburan tersebut cukup tinggi dan menimbulkan bunyi seperti Seruling. Oleh karena itu Pantai Klayar juga dijuluki sebagai Seruling Samudera.


Nah, buat anda para traveller, Pantai Klayar Pacitan ini menawarkan pemandangan alam yang sangat memukau yaitu di Pantai Klayar terdapat dua buah batu karang besar yang menjorok ke laut dan salah satu dari batu karang tersebut berbentuk seperti kepala patung SPINX. 

Selain Seruling Samudera dan karang berbentuk kepala SPINX tersebut, kita juga bisa naik ke atas bukit untuk menikmati eksotisme Pantai Klayar dari atas. Laut yang biru, pemandangan Alam yang sangat mempesona, memang sungguh indah kekayaan alam Indonesia.

Pantai Klayar berada di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Indonesia.
 




Pohon Loreng di Kawasan Hutan Lindung Tirta Rimba Bau Bau


Saat melakukan perjalanan dari Pasarwajo menuju Bau Bau kami melewati kawasan hutan lindung Tirta Rimba. Ditengah perjalanan tiba-tiba kawan saya menghentikan motornya. Ada apa gerangan? dalam hati saya bertanya, eh...ternyata diseberang jalan ada jenis pohon yang sangat khas, dan dia ingin menunjukkannya kepada saya. Sardin menyebutnya sebagai “Pohon Loreng”.


Disebut Pohon Loreng, sebab sepanjang batang pohon dari bawah hingga ke ranting-ranting, kulitnya berlurik loreng khas tentara. Banyak yang mengira ada yang iseng sekedar mencorat-coret cat di batang pohon, hingga menyerupai loreng tentara, namun kenyataannya, memang tumbuh secara alamiah. Berdasarkan pengamatan saya setidaknya terdapat 4 pohon yang bentuknya sama disekitar tempat saya berdiri.



Konon pohon ini sudah menjadi misteri warga, sebab belum ada penelitian lebih lanjut tentang keberadaan pohon ini, yang pasti di Sulawesi Tenggara hanya di Bau-Bau ini ada pohon loreng seperti ini, ujar Sardin.


Dan tentunya pasti ada cerita dibalik sebuah keunikan, ada yang menyebut bahwa pohon loreng menandakan akan memasuki kawasan militer Yonif 725 Woroagi di Kecamatan Sorawolio, bahkan dengan cerita-cerita mistik lainnya.


Pastinya, keberadaan pohon loreng di Bau-Bau cukup menambah wawasan saya untuk menggali hal-hal menarik disekitar kita.

 


Kampung Korea di Pulau Buton


Ekspedisi Pulau Buton kali ini saya lanjutkan ke suatu daerah yang cukup unik, disini banyak dijumpai tulisan yang bagi saya agak asing. Aksara yang saya jumpai mirip dengan yang ada di film-film Korea. Oleh masyarakat sekitar daerah ini disebut dengan nama Kampung Korea. Nama kampungnya adalah Karya Baru, disini banyak dihuni orang-orang etnis Cia-Cia.

Konon karena terdapat kesamaan dialek bahasa dengan bangsa Korea serta kekayaan bahasa di Bau-Bau yang mencapai lebih dari 90 bahasa, seorang Professor Korea tertarik kepada Bau-Bau, khususnya etnis Cia-cia. Para antropolog Korea juga mulai meneliti lebih dalam mengapa ada kemiripan antara bahasa kampung ini dengan bahasa mereka.

Apakah ada garis keturunan mereka yang beranak-pinak di sini, atau alternatif kemungkinan yang lain. Dari sini, mulai timbul kerjasama antara Cia-cia dan Korea. Dari pertukaran pelajar, pertukaran guru, penelitian, hingga pertukaran kebudayaan. Hal ini membuat Indonesia, khususnya Cia-cia, makin bergaung namanya di luar negeri.

Tetapi hingga sekarang belum ada kesimpulan resmi dari para peneliti apa yang mendasari Cia-cia memiliki akar budaya yang mirip dengan Korea. Meski begitu, budaya Korea mulai disosialisasikan kepada masyarakat Cia-cia. Bukan untuk menghilangkan bahasa Cia-cia, namun malah untuk memperkenalkan lagi sejak dini agar bahasa daerah tidak hilang. Sekarang ini, bahasa Korea sudah diajarkan untuk anak-anak Sekolah Dasar sejak kelas 4 SD. Bahkan di SD Karya Baru, guru bahasa Korea mereka sempat orang Korea asli. Namun untuk tahun-tahun ini, guru tersebut diganti oleh guru dari Cia-cia yang sempat mendapat pelatihan di Korea langsung.

Penasaran dengan tulisannya ? Mari cek beberapa gambar dibawah.....