Wednesday, 16 July 2014

Jalan-jalan di Malaka Malaysia



Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan mengunjungi salah satu kota cantik di negara Malaysia yang telah masuk daftar kawasan bersejarah UNESCO. Melaka namanya. Tak sedikit turis asing yang mampir dan menjadikan Melaka sebagai destinasi liburan mereka. Oleh karena itu saya juga ingin berbagi sedikit pengalaman ketika mengunjungi kota ini. Banyak cara yang dilakukan traveler untuk menikmati kota ini salah satunya dengan pergi ke tempat-tempat bersejarah seperti Muzium Jabatan Kastam Diraja Malaysia, Musium Samudra, Kincir Angin Kesultanan Melayu Melaka, Malaka River Cruise dll. 

Udara di kota ini cukup panas di waktu siang. Maka ada baiknya, Anda membawa bekal pakaian yang nyaman di tubuh dan dapat menyerap keringat seperti kaos. Tapi kalau nggak ada baju hem ya nggak masalah.....hehe.......Tak hanya itu, bawa juga topi untuk melindungi wajah dari paparan cahaya matahari. 
Jalan-jalan menikmati Kota Melaka lebih seru dilalui dengan berjalan kaki. Sebab, kota ini punya banyak tempat wisata bersejarah yang letaknya cukup berdekatan. Harga makanan disini juga tidak terlalu mahal, bahkan relatif sama dengan di Indonesia. Dibeberapa tempat para penjual menerima uang ringgit dan rupiah. Hal ini disebabkan karena Melaka relatif cukup dekat dengan Indonesia, khususnya Propinsi Riau, jadi disini warga negara Indonesia cukup banyak berlalu lalang. Sampai-sampai kalau mau belanja maupun berobat penduduk Indonesia lebih banyak yang memilih ke Melaka karena biayanya relatif lebih murah dan kualitas pelayanannya bagus.


Mungkin itu sedikit pengalaman yang bisa saya bagikan ketika mengunjungi Kota Melaka di Malaysia.
 
 
 
 
 
 

 

Sunday, 13 July 2014

Sensasi Soto Tauco Kota Tegal



Suatu hari pada awal Juni lalu, kami diajak teman untuk mengunjungi warung sauto terkenal yang terletak agak tersembunyi di sudut timur laut Alun-alun Kota Tegal. Ciri-cirinya, dekat kantor polisi, di sampingnya terdapat semacam pintu celah kecil di sebuah tembok berwarna putih. Di balik tembok putih itu terdapat kompleks jajanan khas Tegal yang dinamakan Pasar Senggol. Karena soto versi Tegal ini sering dicampur tauco, namanya jadi sauto.
Tak lama setelah memesan, sauto khas Tegal itu sudah datang ke meja makan. Tampangnya sih tidak beda-beda jauh dengan soto yang biasa ditemui di kota mana pun di Nusantara. Kuah bening berwarna kecoklatan dengan segala isian soto ditampung di sebuah mangkuk bulat.

Setelah saya mencoba mencicipi ....hem....ada yang sedikit aneh kalau menurut saya, karena saya asli Jawa Timur dan mungkin belum terbiasa dengan masakan khas Tegal ini. Rasanya sih gurih dan segar. Hanya saja, dengan tambahan tauco, ada sentuhan rasa asam dan aroma eksotik khas tauco. Tentu saja, bumbu beraroma tajam seperti tauco ini tidak disukai semua orang. Itu sebabnya, warung Moro Tresno dengan senang hati akan menyajikan soto standar tanpa tauco kepada mereka yang bukan penggemar tauco.
Jika melintasi Kota Tegal di jalur pantai utara Jawa Tengah, sempatkanlah singgah di warung soto Moro Tresno di kawasan Alun-alun Tegal. Anda akan merasakan bagaimana kegemaran orang Tegal terhadap tauco berpengaruh pada cita rasa soto.


Demikian sedikit pengalaman saya menikmati cita rasa sauto ( soto khas daerah Tegal )