Friday, 17 January 2014

Rumah Gadang Merupakan Simbol Budaya Merantau


Dalam tradisi Minangkabau, merantau merupakan kewajiban bagi bujang (pemuda). Seorang laki-laki dewasa dianggap belum berguna jika ia belum merantau dan belajar hidup di tanah orang. Tradisi merantau orang Minang bahkan bisa ditelusuri dari filosofi rumah gadang. Rumah gadang adalah rumah tradisional suku Minangkabau. Masyarakat setempat sering menyebutnya dengan rumah bagonjong atau rumah baanjung.



Sesuai paham matrilineal yang menganut garis keturunan ibu, rumah gadang adalah rumah adat bagi perempuan. Laki-laki tidak mendapatkan tempat di rumah tersebut. Setelah menginjak usia akil balik, mereka tidak diperbolehkan lagi tinggal di rumah gadang. Mereka tidur di surau atau masjid dan hanya pulang saat akan makan atau ganti baju.

 

Rumah gadang berfungsi sebagai tempat tinggal bersama. Setiap perempuan yang bersuami mendapat satu kamar. Jumlah kamar disesuaikan dengan jumlah anak perempuan. Anak perempuan yang belum kawin tinggal di satu kamar, sedangkan anak-anak dan perempuan tua ada di dekat dapur. Rumah itu ditopang tiang fondasi yang diletakkan di atas batu ceruk dan disemen agar menyatu. Konstruksi tahan gempa memungkinkan tiang rumah bisa bergeser dan bergoyang dan patah. Stuktur rumah gadang juga dibuat tanpa sambungan siku. Sudut-sudut konstruksi tak ada yang membentuk sudut 90 derajat. Sebab menyesuaikan lekuk batang yang digunakan.
Dalam buku Ragam rumah Minangkabau yang disusun Hasmurdi Hasan disebut, bentuk rumah Minangkabau menyerupai tanduk kerbau. Hal ini dilatarbelakangi peristiwa adu kerbau yang dibawa utusan kerajaan Majapahit dengan kerbau asal Minang. Utusan Majapahit membawa kerbau besar, sedangkan dari Minang hanya memakai anak kerbau yang sengaja tak diberi makan agar kelaparan. Anak kerbau itu kemudian diberi tanduk buatan dari besi tajam yang terdiri atas enam pucuk besi tajam. Pertarungan pun dimenangi kerbau Minang. Atap rumah berbentuk tanduk kerbau ( bagonjong ) menunjukkan status sosial penghuni.
 


Thursday, 16 January 2014

Jembatan Limpapeh

Jembatan Limpapeh merupakan sebuah jembatan gantung yang melintas di atas Jl. Ahmad Yani Bukittinggi, yang menghubungkan kawasan Benteng Fort de Kock dan Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan. Jembatan Limpapeh ini ditopang ditengahnya oleh bangunan beton beratap gonjong khas Minangkabau, serta oleh empat kabel baja tempat bergelantungnya kawat-kawat baja yang memegang jembatan.
Bangunan beton ditengah jembatan inilah yang ditembus oleh Jl. Ahmada Yani. Karenanya, saya mulai memotret Jembatan Limpapeh dari Jl. Ahmad Yani, dan baru kemudian memotret Jembatan Limpapeh ini dari dalam kawasan Benteng Fort de Kock, ketika berjalan kaki melintasinya menuju ke Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan yang berada di seberang jalan.



Tuesday, 14 January 2014

Pengantar hikmah dalam berpetualang


Seorang filosof Yunani yang hidup beberapa abad sebelum masehi pernah berkata :

“Jadikanlah setiap tempat adalah perpustakaan bagimu dan setiap orang adalah guru bagimu” 

Kata-kata itu begitu menginspirasi bagi saya. Perjalanan hidup kita merupakan sebuah perpindahan melewati bentangan perpustakaan yang disediakan oleh Tuhan untuk dibaca. Bentangan itu terdapat hikmah yang tak dapat dihitung oleh epistemologi ( alat pengetahuan ) manusia secara keseluruhan. Selain perpustakaan, kita juga bertemu dengan banyak guru-guru kehidupan, siapapun dia tak pandang identitasnya. Mereka menghadirkan pengetahuan dan hikmah kehidupan yang membuat jiwa dan pikiran semakin bergejolak.

Melalui tulisan ini saya ingin mendokumentasikan bacaan-bacaan yang disediakan tersebut dengan mengunjungi tempat-tempat yang menarik untuk menambah wawasan dalam kehidupan kita. Masih banyak tempat - tempat menarik yang belum di publikasi.

Sekali lagi, selalu ada hikmah dan pengetahuan dalam setiap tempat yang kita kunjungi. Karena Tuhan menciptakan alam semesta bukanlah dengan ke sia-siaan. Bacalah...!!!!!!



Hormat saya,
Rudy Salam

Koleksi Foto

Berikut adalah foto keluarga saya :

Foto Keluarga
 Foto anak pertama saya :
Syaugy Rabbaniyassalam
 Foto anak kedua saya :
Kevin Azka Salam
Foto istri saya :
Sayyuna Salam

Profil Saya




Nama                               : Rudy Salam, SE
Agama                             : Islam 
Telepon                           : 081 252 28 28 39
Email                               : rudysalam18@yahoo.com 





Riwayat Pendidikan   :
  1. SDN Godong 2 Jombang - lulus tahun 1993
  2. SMPN 1 Jombang - lulus tahun 1996
  3. SMUN 2 Jombang - Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam - lulus tahun 1999
  4. Surabaya Hotel School - Jurusan Pariwisata Perhotelan - lulus tahun 2000
  5. Institut Pembangunan Surabaya - Jurusan Public Relation - lulus tahun 2001
  6. PIKTI ITS Surabaya - Jurusan Teknik Informatika - lulus tahun 2002
  7. Universitas Dr Soetomo Surabaya - Fakultas Ekonomi - Jurusan Akuntansi - lulus tahun 2006
Riwayat Pekerjaan    :
  1. Somerset Hotel Surabaya - Accounting Departement - tahun 2000 - 2003
  2. Novotel Hotel Surabaya - Front Office Departement - tahun 2003 - 2006
  3. PT Federal International Finance - Credit Departement - tahun 2006 - 2010
  4. PT Bank Danamon Indonesia - Internal Control and Fraud Mangement - tahun 2010 - sekarang
Riwayat Pelatihan :
  1. Effective Communication Skills Training
  2. Basic Mentality Training
  3. Power of Presentation Training
  4. Leadership Training
  5. Effective Press Release Writing Training
  6. Gromming Training
  7. Sertifikasi Managemen Risiko Perbankan
  8. Training Regional Perpajakan
  9. Training Identifikasi Skandal Akuntansi dan Kecurangan Organisasi
Buku Bacaan Favorit :
  1. The Seven Habits of Highly Effective People - Stephen R Covey
  2. Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya - Ajahn Brahm
  3. The Secret - Rhonda Byrne
  4. The Power Of Public Speaking - Charles Bonar Sirait
  5. Analisis Kredit untuk Account Officer - Jopie Jusuf 
  6. Berpikir Positif - DR. Robert Anthony

Sunday, 12 January 2014

Merantau meninggalkan kampung halaman



"Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan"

Imam Syafi'i

Enam bulan sudah saya berada di bumi Lancang Kuning Riau. Karena alasan pekerjaan saya memutuskan untuk meninggalkan rumah tempat tinggalku di Kota Udang Sidoarjo. Sebuah kota yang sangat berkesan dalam kehidupanku. Ada tugas pekerjaan yang harus diemban. Berat rasanya harus berpisah dengan keluarga, saudara, kawan, sahabat yang selama ini menemani dan memberikan kontribusi dalam setiap langkah di kehidupanku. Namun semuanya harus dijalani demi konsekuensi dari sebuah keputusan. 

Ada kata-kata dari Imam Syafii : 

 " Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan "  

Ada benarnya juga kata-kata Imam Syafii di atas, saya meninggalkan kota Sidoarjo dengan meninggalkan juga rekan-rekan seperjuangan disana. Namun Allah ternyata menambahkan kerabat dan kawan baru disini, dengan berbagai macam kekayaan kultur budayanya, dengan perbedaan kebiasaannya, namun hampir semua teman-teman baruku ini gak jauh sifatnya dengan teman-teman di Sidoarjo. Bahkan yang membuat kaget ternyata ada beberapa yang kenal dengan temanku di tempat yang lain. Ah memang dunia itu sempit ternyata…

Adalagi kata-kata penyemangat dari Imam Syafii :

"Jika engkau tinggalkan tempat kelahiranmu, engkau akan menemui derajat yang mulia ditempat yang baru, dan engkau bagaikan emas sudah terangkat dari tempatnya. ( Imam Syafi'i )"

Semoga apa yang ku jalani ini dapat menjadi sebuah bekal yang nantinya bisa di panen di akhirat kelak, Amin.....

Rudy Salam
Riau, 21:46: 01 WIB