Saturday, 17 May 2014

Gedung Sate Sebagai Gedung Putihnya Kota Bandung

 
Berbicara Kota Bandung memang memiliki sejarah dan kekhasannya tersendiri dalam bidang apapun, baik itu mulai dari makanan, fashion, sampai Bandung memiliki gedung-gedung yang memiliki nilai sejarah yang tinggi. Bagi seluruh warga Jawa Barat khususnya kota Bandung, pasti mengenal salah satu gedung yang cukup terkenal, yaitu Gedung Sate. 
Gedung Sate saat ini telah menjadi tujuan objek wisata di kota Bandung. Khusus bagi wisatawan mancanegara banyak dari mereka yang sengaja berkunjung ke Gedung Sate karena memeiliki keterkaitan emosi maupun histori pada gedung yang indah ini.
Keindahan Gedung Sate juga dilengkapi dengan taman yang mengelilinginya, taman tersebut terpelihara dengan sangat baik. Tidak heran taman ini banyak diminati oleh masyarakat kota Bandung dan juga para wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. Keindahan taman tersebut juga sering dijadikan sebagai lokasi kegiatan yang bernuansakan kekeluargaan, atau pun sering juga dijadikan lokasi shooting film maupun video klip, lokasi foto keluarga, foto diri sendiri ataupun foto pasangan pengantin.
Apabila telah memasuki hari minggu ataupun hari libur, halaman dari Gedung Sate sering dijadikan pilihan tempat sebagian besar masyarakat untuk bersantai, berkumpulnya para anak muda bandung, ataupun hanya sekedar duduk menikmati udara kota Bandung yang segar. Halaman Gedung Sate juga sering di jadikan tempat untuk berolahraga ringan. Itulah tadi sedikit cerita dari Gedung yang relatif mirip dengan Gedung Putih di Washington, DC, Amerika Serikat, sehingga Gedung Sate juga dapat dikatakan sebagai Gedung Putihnya kota Bandung.

Friday, 16 May 2014

Jembatan Suramadu

Jembatan Suramadu......dulu untuk menuju ke pulau garam bisa ditempuh dengan kapal Poetre Koening atau Joko Tole dari Kota Buaya dengan waktu kurang lebih 1 jam tapi sekarang dengan adanya jembatan ini bisa ditempuh hanya dengan 10 menit saja.
Jembatan Nasional Suramadu adalah jembatan yang melintasi Selat Madura, menghubungkan Pulau Jawa (di Surabaya) dan Pulau Madura (di Bangkalan, tepatnya timur Kamal), Indonesia. Dengan panjang 5.438 m, jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia saat ini. Jembatan Suramadu terdiri dari tiga bagian yaitu jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge).
Jembatan ini diresmikan awal pembangunannya oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003 dan diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009. Pembangunan jembatan ini ditujukan untuk mempercepat pembangunan di Pulau Madura, meliputi bidang infrastruktur dan ekonomi di Madura, yang relatif tertinggal dibandingkan kawasan lain di Jawa Timur. Perkiraan biaya pembangunan jembatan ini adalah 4,5 triliun rupiah.
Pembuatan jembatan ini dilakukan dari tiga sisi, baik sisi Bangkalan maupun sisi Surabaya. Sementara itu, secara bersamaan juga dilakukan pembangunan bentang tengah yang terdiri dari main bridge dan approach bridge.
Dengan adanya pembangunan jembatan ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan pemerataan pendapatan di wilayah surabaya ke wilayah madura, begitu pula dengan kependudukan, mengingat wilayah surabaya yang semakin padat dengan penduduk yang melakukan urbanisasi yang sebagian besar berasal dari wilayah madura, pemerintah berharap dengan adanya pemerataan ekonomi ini dapat menekan laju urbanisasi tersebut

Monday, 12 May 2014

Sentral Industri Bakpia Pathok



Waktu saya ke Jogja beberapa hari yang lalu, saya sempat diantar oleh teman saya mengunjungi sentral industri pembuatan bakpia yang berada di daerah Pathok. Kebetulan sudah lama anak saya minta dibawakan bakpia yang langsung dari Jogja. Waktu yang singkat saya manfaatkan dengan semaksimal mungkin untuk datang ke lokasi pembuatan bakpia tersebut. Itung - itung nyari hal yang baru untuk bisa diceritakan di catatan perjalanan saya.
Selain bisa membeli langsung dari sentral industrinya saya juga berkesempatan untuk melihat langsung proses produksi bakpia tersebut. Memang..... bicara soal Jogja tidak bisa dilepaskan dari keberadaan bakpia yang menjadi salah satu oleh-oleh khasnya. Roti kecil berbentuk bulat dengan isian yang memiliki rasa manis ini memang menjadi primadona buah tangan khas dari Jogja. Hampir setiap wisatawan yang datang ke Jogja selalu tak lupa untuk membeli oleh-oleh bakpia ini untuk buah tangan sanak keluarga di rumah. 
Dilihat dari sejarahnya sendiri, bakpia merupakan makanan dari warga Tionghoa yang mengalami modifikasi. Dahulu, bakpia merupakan sejenis roti isi yang berisikan daging. Daging yang digunakan adalah daging babi. Namun, seiring dengan perkembangan zaman serta mayoritas masyarakat di sekitar mereka adalah muslim, maka isian dari bakpia ini mengalami modifikasi, yaitu diganti dengan kacang hijau. Di Yogyakarta sendiri, daerah Pathok yang kini diberi nama Jalan Aip II KS Tubun, merupakan salah satu daerah yang menjadi sentra pembuatan bakpia. 

Lokasinya berada di sebelah barat Malioboro sehingga tak heran jika daerah ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan yang sedang mencari oleh-oleh. Di daerah Pathok sendiri kita dapat dengan mudah menjumpai toko oleh-oleh yang menjual bakpia dengan beraneka macam merk. Kebanyakan merek-merek yang terpasang di depan toko menggunakan angka-angka. Beberapa merek bakpia yang cukup terkenal di Jogja adalah bakpia 25 dan 75 yang cukup mendominasi pasaran. Merek-merek dengan angka lain juga banyak bertebaran meramaikan pasaran bakpia pathok ini. Pemberian merek berdasarkan angka ini konon dikarenakan dahulu si pembuatnya belum mengenal pemberian labeling atau merek pada barang dagangan mereka, kemudian pemberian merek hanya didasarkan pada nomor rumah produsen tempat pembuat bakpia itu sendiri. Salah satu gerai bakpia yang sering saya sambangi adalah Bakpia 25. Menurut saya, tekstur dari isi bakpia ini terasa pas, tidak terlalu lembek dan juga tidak terlalu kering. 
Di dalam perkembangannya, bakpia memiliki beragam rasa, tak hanya kacang hijau saja. Kini, Anda dapat membeli bakpia dengan varian rasa seperti cokelat, keju, nanas, kumbu hijau, dan kumbu hitam. Bahkan ada beberapa gerai yang menyajikan bakpia dengan isian ketela ungu juga.